- Diposting oleh : SMA Regina Caeli
- pada tanggal : September 19, 2025
Pertandingan basket antara SMPN 1 Gunung Putri dan SMP IDN (19/09/2025) berlangsung panas dan penuh tensi sejak menit pertama. Kedua tim tampil agresif, saling bergantian menekan, namun sama-sama kesulitan mencetak poin di awal laga.
Di kuarter pertama, Spensa (SMPN 1 Gunung Putri) berhasil unggul tipis lewat free throw pemain nomor 33 yang menambah 1 angka. Meski IDN sempat mencoba membalas lewat nomor 88, bola gagal masuk. Kuarter pun ditutup dengan skor tipis 3-2 untuk Spensa.
Memasuki sesi kedua, pertandingan makin hidup. Pemain nomor 78 dari Spensa tampil gemilang dengan mencetak dua kali tembakan beruntun. IDN mencoba bangkit lewat nomor 77 dan 88 yang sama-sama menyumbang poin. Namun, Spensa tetap memimpin. Kuarter berakhir dengan skor 10-5 untuk Spensa.
Ketegangan makin terasa di kuarter ketiga. Spensa sempat unggul, tapi IDN tak mau menyerah. Salah satu momen penting terjadi saat pemain nomor 33 dari Spensa berhasil melakukan rebound dan langsung mengeksekusi tembakan yang membuat skor menjadi 14-14. Namun, IDN kembali mencuri poin dan menutup kuarter ketiga dengan keunggulan tipis.
Drama berlanjut di sesi keempat. Spensa membuka poin lewat nomor 28, namun IDN langsung membalas lewat nomor 88. Pertukaran poin terus terjadi, bahkan beberapa kali kedua tim melakukan pergantian pemain demi menjaga tempo permainan. Menit-menit terakhir benar-benar menegangkan.
Spensa akhirnya berhasil menutup
laga setelah pemain nomor 78 dan 28 kembali mencetak skor tambahan. IDN masih
sempat membalas di detik akhir, namun waktu tak berpihak pada mereka.
Pertandingan pun berakhir dengan skor tipis 26-25 untuk kemenangan SMPN 1
Gunung Putri.
Pertandingan ini bukan hanya soal
poin, tapi juga soal mental dan stamina. Kedua tim bermain habis-habisan hingga
menit terakhir. Spensa berhasil mengamankan kemenangan tipis, namun IDN
menunjukkan perlawanan luar biasa yang membuat laga ini jadi salah satu yang
paling seru.
Kontributor:
Cathrine dan Nathan (tim Liputan Meraki 4.0: Wakea)