- Diposting oleh : SMA Regina Caeli
- pada tanggal : Maret 07, 2026
Merawat Bumi, Merawat Rumah Kita
Bersama: Gerakan Literasi Kitab Suci Ekologi Lintas Agama di SMA Regina Caeli
Cileungsi, 07/03/2026– SMA Regina Caeli kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga kepedulian spiritual dan tanggung jawab ekologis. Seluruh murid SMA Regina Caeli mengikuti kegiatan Literasi Kitab Suci Ekologi Kolaboratif Lintas Agama yang mengusung tema, “Merawat Bumi, Merawat Rumah Kita Bersama”.
Kegiatan ini dimulai sejak 23
Februari 2026 dan akan mencapai puncaknya pada 11 Maret 2026. Selama periode
tersebut, para murid dari berbagai agama, Islam, Kristen Katolik, Kristen
Protestan, Hindu, dan Buddha, mengikuti kegiatan literasi kitab suci setiap
hari pada pukul 07.30–08.30 WIB dengan pendampingan langsung dari guru Bina
Iman masing-masing agama.
Program ini dirancang sebagai ruang
pembelajaran spiritual sekaligus aksi ekologis yang menumbuhkan kesadaran bahwa
menjaga bumi merupakan panggilan moral yang juga diajarkan dalam kitab suci
setiap agama.
Memahami Ekologi dari Perspektif
Kitab Suci
Pada tahap awal kegiatan, para murid
diarahkan untuk memahami konsep ekologi secara teoretis dan spiritual. Melalui
kegiatan membaca, diskusi, dan refleksi terhadap teks kitab suci masing-masing
agama, murid diajak menelusuri ajaran-ajaran yang menekankan tanggung jawab
manusia terhadap alam semesta.
Dalam kegiatan ini, murid
mempelajari berbagai ajaran pentingnya menjaga ciptaan Tuhan, menghindari
perusakan lingkungan, serta membangun relasi harmonis antara manusia dan alam.
Pendekatan ini membantu murid menyadari bahwa nilai kepedulian lingkungan tidak
hanya lahir dari ilmu pengetahuan, tetapi juga dari nilai-nilai spiritual yang
telah diwariskan oleh tradisi keagamaan.
Guru-guru Bina Iman dari setiap
agama mendampingi murid untuk mengaitkan ajaran kitab suci dengan berbagai
persoalan lingkungan yang terjadi di dunia saat ini, seperti krisis iklim,
polusi, dan kerusakan ekosistem. Diskusi ini mendorong murid berpikir kritis
sekaligus reflektif mengenai peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaga
bumi.
Aksi Nyata Merawat Lingkungan
Setelah memahami konsep ekologis
secara spiritual dan teoretis, murid kemudian melaksanakan berbagai aksi nyata
kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu gerakan utama adalah membangun
kebiasaan hemat energi baik di rumah maupun di sekolah, seperti mematikan lampu
dan perangkat listrik yang tidak digunakan serta membangun pola hidup yang
lebih ramah lingkungan.
Selain itu, murid melakukan kegiatan
membersihkan lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar, sebagai bentuk praktik
langsung dari nilai kepedulian terhadap alam yang telah mereka pelajari.
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah aksi menanam tanaman berumur panjang yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh murid. Setiap murid diwajibkan membawa perlengkapan menanam berupa satu pot tanaman, satu tanaman berumur panjang seperti pucuk merah atau tanaman sejenis, tanah berhumus, serta pupuk organik yang sesuai dengan jenis tanaman.
Tanaman yang dibawa tidak
diperbolehkan berupa sayuran, melainkan tanaman yang dapat tumbuh dalam jangka
panjang, sehingga dapat dirawat secara berkelanjutan selama murid masih
bersekolah di SMA Regina Caeli.
Sebagai bagian dari literasi
spiritual, setiap murid juga diminta menyiapkan satu kutipan atau kata mutiara
dari kitab suci agama masing-masing yang berkaitan dengan kepedulian terhadap alam.
Kutipan tersebut akan dicantumkan pada pot tanaman bersama dengan nama murid
pemilik tanaman serta nama tanaman dalam bahasa Latin, Indonesia, dan Inggris.
Dengan cara ini, tanaman yang ditanam tidak hanya menjadi simbol penghijauan, tetapi juga menjadi pengingat nilai spiritual yang hidup di dalamnya.
Kegiatan Lanjutan dalam Rangkaian
Literasi
Rangkaian kegiatan literasi kitab
suci ini juga akan dilanjutkan dengan beberapa agenda kebersamaan yang
direncanakan sebagai bagian dari penguatan nilai toleransi dan solidaritas
antarumat beragama.
Dalam rangka bulan suci Ramadan, murid beragama Islam direncanakan akan mengadakan buka puasa bersama di puncak kegiatan literasi (Rabu, 11/03/2026) yang menjadi salah satu momen kebersamaan dalam kegiatan literasi ini. Setelah kegiatan tersebut, para murid juga akan melaksanakan aksi berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar sekolah dan kepada para pengguna jalan yang sedang menunggu waktu berbuka puasa.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya
melibatkan murid Muslim, tetapi juga akan melibatkan murid dari berbagai agama
sebagai bentuk praktik nyata persaudaraan lintas iman. Para murid akan bekerja
sama menyiapkan paket takjil dan membagikannya kepada masyarakat.
Selain itu, saat pelaksanaan puncak
kegiatan literasi, SMA Regina Caeli merencanakan sebuah talkshow pemaknaan
literasi kitab suci bertema ekologi yang akan melibatkan perwakilan murid dari
setiap agama. Dalam forum tersebut, para murid akan berbagi refleksi,
pengalaman, serta gagasan mengenai hubungan antara iman, manusia, dan alam.
Melalui dialog lintas iman ini,
diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa merawat bumi merupakan tanggung jawab
seluruh umat manusia.
Membangun Generasi Peduli Bumi
Melalui program Literasi Kitab Suci
Ekologi Kolaboratif Lintas Agama, SMA Regina Caeli ingin menegaskan bahwa
pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak murid yang cerdas secara akademik,
tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki iman yang mendalam, kepedulian
sosial, serta tanggung jawab terhadap kelestarian bumi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi sumber inspirasi kuat dalam membangun kesadaran ekologis. Dengan belajar dari kitab suci masing-masing agama dan bekerja sama lintas iman, para murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu merawat bumi sebagai rumah bersama seluruh makhluk hidup.
*Kontributor:
Mr. Jefri (Guru SMA RC)

